Kategori

14 April 2008

Setiap Episode ada "JAGOan"nya

Ga tau, tiba-tiba aja kepikiran ama judul itu.

Terkait dengan kejadian yang aku alami akhir-akhir ini.

1. Jagoan pertama.
Seorang oknum keluarga dari pihak ibuku. Baru aja dapet mantu kaya raya. Sawahnya berpuluh hektar. Rumahnya megah. Dll. Dan... dengan bangganya si 'paklek' bercerita kemana-mana tentang kekayaan besannya. Sebagai orang yang menjadi objek dari cerita-cerita sang 'paklek', kadang aku gerah juga.

Wuah... kalo nulis ini jadi inget suami tercintaku. Yang selalu saja bilang "udah ah, stop, aku ga mau diajak ngomongin orang, dosa", hehehe.

2. Jagoan kedua.
Seseorang yang telah sukses di salah satu milis yang aku ikuti. Iya seh, emang dia sukses banget, untuk ukuran orang sepertiku yang bukan apa-apa. Awalnya, aku berfikir, apa aku aja ya yang agak2 gerah dengan 'kearoganan' kata-kata dia selama ini di milis. Tapi... ah, apa hakku menilai dia? Sehingga penilaian itu aku simpan saja selama beberapa waktu. Tapi.. setelah beberapa teman di milis tersebut juga akhirnya mengomentari ke'arogan'an kata-kata beliau, ehm... berarti ga aku aja dunk yang berfikiran seperti itu?

Jadi inget salah satu kakak kelasku yang ngingetin "ya wajarlah ndrie, dia kan sukses..." :D

3. Jagoan selanjutnya
Seorang temen kuliahku dulu. Pinter banget!!! Sampe2 sekarang jadi seorang dosen di sebuah perguruan tinggi negeri. Tapi... setahuku hampir 95% temen2ku dulu males kalo harus nanya2 pelajaran ke dia. Abis dia jawabnya pasti ga enak duluan. Yang didahului kata-kata "masa' sih gini aja ga bisa?" or "ini kan gampang banget", dll dll yang kadang2 bikin orang jadi ilfil dengernya.

Tapi... semoga saja sekarang dia sudah berubah. :)

4. Jagoan selanjutnya
Salah satu muridku. Dia tergolong good looking emang. Dan kecerdasannya juga di atas rata-rata. Sebenernya awal2 sih aku seneng ama dia, coz ga menguras energiku pada saat menjelaskan sesuatu. Tapi lama-lama setelah diikutin, dia suka ngomong yang kurang pada tempatnya ama guru. Yah... bahwa lainnya mah sok tahu gitu. Tadinya sih aku ga ambil pusing, yah... wajar. Anak muda. Masih mencari jati diri. Jadi ke-AKU-anku masih meledak-ledak. Tapi... setelah hampir semua guru mengeluhkan sikapnya, dan ditambah temen2 sekelas dia yang ogah temenan ama anak itu, aku jadi berfikir, wah... berarti ada yang salah dengan pembawaan muridku yang satu ini.

Akhirnya, beberapa waktu yang lalu, pada saat ada kesempatan aku panggil dia dan membicarakan hal itu. Semoga saja dia bisa mengambil sikap dengan baik.

Ya... ya... ya...
Itu baru empat yang aku sempat tulis. Mereka mungkin merasa sebagai JAGOan dalam kehidupannya masing-masing karena merasa mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki olehorang lain. [Termasuk ahmad d***??? hehehe].

Merasa JAGOan.
Mungkin aku juga termasuk di dalamnya menurut penilaian orang lain (tapi aku berharap semoga saja tidak)

"Bukankah sombong adalah selendang milik Allah? Beranikah aku memakainya?"

2 komentar:

Slamet Widodo mengatakan...

dan siapa pula jagoan ngeblog....
:d

tyogodafiz mengatakan...

Tante indri juga jagoan kok... kata bapak he...