Kategori

15 Desember 2007

Doakan Kami

Tertaut kini kedua hati ini.
Karena-Mu Rabbi.

Seirama kini cita kami.
Di jalan-Mu Ya Illahi.

Sekalipun onak dan duri kan menghadang kami.
Sekalipun kan banyak rintangan menghiasi kehidupan.

Yang kami damba, hanyalah setiap nafas dalam ketundukan.
Dalam kebersamaan, dan keberkahan.

Maka… ijinkanlah kami Rabbi…
Merangkai janji, untuk sehidup semati.
Dan semoga kelak kan Engkau bangkitkan kami kembali,
bersama orang-orang yang berserah diri.
Aamiin.



Dengan tidak mengurangi hormat kami menyampaikan undangan melalui media ini.
Mengundang sahabat-sahabat semua untuk menjadi saksi kebahagiaan di hari pernikahan kami:

Indri Sudanawati Rozas, S.Kom
Putri bungsu Bapak dan Ibu Romli Djajusman, B.Sc

dan
Setyo Deny Hudaya, S.T
Putra pertama Bapak dan Ibu Suparno, B.A

insyaAllah pada:
Hari Ahad, 30 Desember 2007 / 20 Dhulhijah 1428 H
Pukul 14.30.
Tempat: kediaman kami, Desa Gadon, Kec. Tambakboyo, Kab. Tuban, Jawa Timur

Tak lupa kami mohon kiriman doa, semoga keluarga kami senantiasa berlandaskan pilar-pilar Qur’an dan sunnah, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, hingga kelak ke jannah, insyaAllah.

Dari kami,
Indri & Deny

08 Desember 2007

Menjadi Manusia Sunnah

Teringat sebuah tausiyah yang pernah aku dapat sewaktu masih belajar di bogor waktu itu. Di masjid kampusku.

Manusia itu terdiri dari 5 kategori :
1. Manusia wajib
2. Manusia sunnah
3. Manusia mubah
4. Manusia makruh
5. Manusia haram

Manusia wajib, yang termasuk golongan di dalamnya adalah Rasul-rasulNya yang mulia, dimana tanpa mereka bumi ini tak akan benderang oleh cahaya.

Manusia sunnah, setingkat lebih rendah. Orang-orang di level ini adalah sosok yang dicintai oleh sekitarnya. Saat ia ada semua orang bahagia, saat ia pergi seluruh kenalan kehilangannya. Manusia di level ini adalah manusia-manusia yang senantiasa membawa kebaikan bagi bumi. Yang senantiasa berjuang demi kebenaran walaupun dicaci.

Manusia mubah, adalah manusia yang tidak berpengaruh apa-apa untuk siapapun. Dia ada orang tidak terganggu, tak juga merasa beruntung. Dia pergi tak ada yang mencari, tak ada pula yang merasa kehilangan.

Manusia makruh, manusia yang kehadirannya agak tidak diharapkan, karena keberadaannya menjadikan suasana menjadi tidak kondusif dirasa. Kepergiannya merupakan kelegaan tersendiri bagi orang-orang yang ada di sekitar.

Manusia haram. Keberadaannya merupakan bencana bagi orang lain. Kepergiannya merupakan doa bagi semua orang.

Subhanallah. Jadi rindu sahabat-sahabat seperjuanganku dulu. Yang selalu mengajarkan langkah-langkah menuju tangga menjadi manusia sunnah.
Semoga langkah-langkah kecil ini masih berjalan di tangga-tangga yang mulia itu.

Teriring doa-doaku untuk mereka.
Aku mencintai kalian karena Allah.