Kategori

25 Mei 2015

Terkenal, untuk siapa?



Tiba2 suami menyodorkan majalahnya buat saya. Dia bilang: cocok nih buatmu. Baca deh... Saya nyengir. Saya baca artikelnya sampai tuntas. Yang dibahas insan layar kaca yang mencari sensasi biar tenar. Untuuuung, bukan membahas aktipis pesbuk, kalo itu nohok banget itu buat saya :p

Dalam tulisan itu... dibahas tentang bagaimana kini manusia berlomba2 terkenal. Berlomba2 tenar. Berlomba2 dipandang. Pertanyaannya: untuk siapa? Memangnya kalau sudah tenar pasti masuk syurga? Makljeb sekali kalimat itu buat saya.

Suami tertawa, sudah? Tanyanya. Sudah donk mas, tapi aku gak kena kok pasal2nya. Dassar, jawab beliau.

Eh serius ya mas. Aku niatnya nulis bukan untuk mencari tenar kok. Lagian juga mau setenar apa kalo aku sih. Paling mentog tenar di depan kelas tok. Tapi dengan pesbuk sekalipun sedikit aku pengen mengedukasi.

Wow, kata beliau. Berat kali Mi niatmu.

Serius doooonk. Aku pengen mengedukasi mas... kalo orang berkerudung panjang bukan selalu teroris. Bukan pula yang celana cingkrang pasti pola pikirnya cingkrang (sempit) sebagaimana tuduhan yang sering dilontarkan.

Yaaa, apapun itulah. Kamu tahu batasannya. Yang penting keluarga diletakkan sebagai prioritas utama. Perbaikan pribadi menjadi agenda pertama. Buat apa mengedukasi orang kalau lupa mengedukasi diri sendiri?

Wow. Memang sudut pandang suami selalu membuat kagum. Saya hanya kebagian menceritakan saja ke sesama, semoga saya kebagian pahalanya ;)

Tidak ada komentar: